Namun harapan untuk mendapatkan akun game impian justru berubah menjadi kekecewaan. Setelah pembayaran dilakukan sesuai kesepakatan, akun Free Fire yang dijanjikan tak kunjung diberikan.
Korban mengaku telah berupaya menghubungi penjual untuk meminta kejelasan. Akan tetapi, komunikasi semakin sulit dilakukan hingga pesan-pesan yang dikirim tidak lagi mendapatkan respons.
Akibat kejadian tersebut, Aqiilah mengaku mengalami kerugian dan merasa kecewa karena telah mempercayai penawaran yang beredar di media sosial tersebut.
Pihak keluarga korban berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik-baik. Mereka meminta pihak yang menerima pembayaran menunjukkan itikad baik dengan mengembalikan dana yang telah ditransfer.
“Kami berharap uang korban bisa dikembalikan. Jangan sampai ada korban-korban lain yang mengalami kejadian serupa,” ujar salah satu anggota keluarga.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan orang tua, untuk lebih berhati-hati saat melakukan transaksi digital. Modus penipuan dengan menawarkan akun game, item digital, maupun voucher murah masih kerap ditemukan di berbagai platform media sosial.
