Penyidik saat ini masih menunggu hasil laboratorium forensik, patologi, dan otopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Kecurigaan publik semakin berkembang setelah muncul sejumlah fakta yang hingga kini belum terjawab. Salah satunya terkait kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian yang disebut tidak berfungsi saat peristiwa berlangsung. Akibatnya, rekaman aktivitas korban maupun pihak lain di sekitar lokasi tidak dapat digunakan sebagai bahan analisis penyidik.
Selain itu, muncul pula informasi mengenai seorang dosen yang disebut turut membantu proses pemesanan kamar hotel melalui aplikasi. Meski polisi menyatakan yang bersangkutan hanya membantu mengantar air minum dan tidak ditemukan indikasi keterlibatan langsung dalam kematian korban, keberadaan sosok tersebut tetap menjadi perhatian publik.
Kuasa hukum keluarga korban dari LBH Macan Rakyat Indonesia, Jumadi Mansyur, SH, menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang perlu diusut secara transparan.
“Kejadian ini sangat menyayat hati keluarga korban. Kami melihat ada ketidakwajaran dalam proses penanganan kasus ini. Mulai dari CCTV yang tidak aktif hingga fakta bahwa terduga pelaku sempat diamankan. Semua ini harus dibuka secara transparan kepada publik,” ujarnya.
