“Masa kami terima beras 20 kg harus tofa rumput. Ini menurut saya tidak benar,” ujarnya dengan nada keberatan.
Ia juga mempertanyakan logika kebijakan tersebut. Menurutnya, meskipun tidak ada pembagian bantuan beras, halaman kantor desa tetap akan ditumbuhi rumput dan membutuhkan perawatan rutin oleh aparat desa.
Saat dikonfirmasi reformanews.com melalui telepon seluler pada Kamis, 19 Desember 2025, Adrianus membenarkan bahwa dirinya adalah pemilik akun Facebook yang mengunggah video protes tersebut.
“Benar, itu akun asli saya. Saya sampaikan karena kami dan beberapa warga merasa tidak puas dengan penyampaian aparat desa yang terkesan mewajibkan kerja sebelum terima beras,” jelasnya.
Ia menegaskan kembali bahwa sepengetahuannya, bantuan beras 20 kilogram merupakan bantuan sembako dari pemerintah pusat.
“Masa mau terima bantuan harus pakai tofa rumput segala,” tutup Adrianus dengan nada kesal.
Pj Kades Tegaskan Tidak Ada Syarat Terima Beras
Menanggapi polemik tersebut, Penjabat (Pj) Kepala Desa Tukuneno saat dikonfirmasi reformanews.com pada hari yang sama membenarkan bahwa pada Jumat tersebut memang terdapat dua agenda yang dilakukan bersamaan.
