Berbeda dari program sosial pada umumnya, CBP BERAMAL dan CBP BERKAH dirancang dengan dua tujuan utama: selain membantu masyarakat kurang mampu dalam momen Ramadan, juga menguatkan literasi Rupiah dan kesadaran ekonomi.
Bank Indonesia memanfaatkan kesempatan ini untuk menjelaskan kepada masyarakat tentang pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, alat pembayaran yang sah, serta bagaimana cara mengenali ciri keaslian uang dan merawatnya dengan baik. Edukasi ini menjadi semakin relevan menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri, ketika kebutuhan uang tunai meningkat secara signifikan.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BI NTT menekankan bahwa pembagian paket ini tidak hanya bersifat materiil. “Melalui program CBP BERAMAL dan CBP BERKAH, kami menyalurkan 2.300 paket berbuka puasa dan sembako kepada masyarakat di 11 lokasi. Ini merupakan wujud nyata kebersamaan dan kepedulian Bank Indonesia NTT di bulan Ramadan,” ujarnya.
Program dilaksanakan di masjid-masjid dan komunitas Muslim yang menjadi pusat aktivitas sosial di NTT, sehingga pesan edukasi dan kepedulian bisa langsung dirasakan oleh warga yang membutuhkan. Selain sembako dan makanan berbuka, kegiatan ini juga menghadirkan sesi interaksi yang mendorong masyarakat untuk memahami fungsi ekonomi Rupiah serta tips aman bertransaksi.














