Salah seorang pemilik kios, Yosep Molo, mengaku telah mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat buruknya kualitas pasokan listrik di wilayahnya.
“Sudah tiga tahun kami swadaya beli kabel agar listrik bisa masuk ke kampung. Tapi sampai sekarang tegangannya tetap lemah. Barang-barang elektronik sering rusak, usaha kami juga ikut terdampak. Kami hanya berharap pemerintah dan PLN segera membangun tiang listrik agar arus menjadi normal,” ungkap Yosep.
Menurut warga, persoalan ini bukan lagi sekadar soal kenyamanan, melainkan menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan listrik yang layak. Tegangan yang tidak stabil menghambat aktivitas usaha, mengganggu proses belajar anak-anak pada malam hari, serta memaksa warga mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki peralatan elektronik yang rusak.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Malaka bersama PLN segera merealisasikan pembangunan jaringan tiang listrik agar distribusi listrik dapat menjangkau empat dusun tersebut secara normal dan aman.














