Kondisi tersebut pada akhirnya bukan hanya mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga dapat mengancam keberlanjutan lingkungan dan potensi wisata yang dimiliki Desa Nangadhero.
Aksi bersih-bersih ini melibatkan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, aparat Kantor Desa Nangadhero dan Babinsa. Penanggung jawab kegiatan masing-masing Tino dan Lady.
Metode kegiatan dilakukan secara langsung dengan mengumpulkan sampah yang ditemukan di sekitar lokasi, kemudian membuangnya pada tempat yang telah disediakan.
Indikator keberhasilan program sederhana namun penting: kawasan wisata menjadi lebih bersih dan tidak lagi dipenuhi sampah yang berserakan.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meninggalkan manfaat nyata selama berada di tengah masyarakat.
Sebab, menjaga destinasi wisata bukan hanya tentang membuat tempat terlihat indah, tetapi juga memastikan lingkungan tetap sehat sehingga potensi wisata dapat dinikmati masyarakat hari ini maupun generasi mendatang.
Pantai bersih, air panas terjaga, wisata tumbuh, ekonomi masyarakat pun bergerak














