“Pendidikan integratif merupakan instrumen penting yang memadukan pembinaan spiritual dengan pengembangan keterampilan praktis. Melalui pendekatan ini, umat diharapkan menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, dan memiliki daya saing berdasarkan nilai-nilai Kristiani,” jelas Romo Fransiskus.
Ia menambahkan, pendidikan integratif juga mendorong tumbuhnya mental kewirausahaan, literasi digital, kemampuan manajemen keuangan, hingga kreativitas produksi yang dapat menopang ekonomi keluarga. Selain itu, umat juga dibekali pemahaman tentang pentingnya ekoteologi, yakni cara pandang yang bijak dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan agar memiliki nilai ekonomis sekaligus tetap lestari.
Di sisi lain, Pameran Ekonomi Kreatif Gereja menjadi wadah kolaborasi dan pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik umat maupun masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, berbagai produk seperti kriya, kuliner, fesyen, hingga karya berbasis digital dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas.














