Reyza menambahkan, mekanisme QRIS Charity akan divisualisasikan melalui konsep pohon donasi. Semakin besar donasi yang terkumpul, semakin rimbun visualisasi pohon tersebut.
FCE 2026 juga akan bersinergi dengan Dekranasda melalui kegiatan lelang kain tenun dari kelompok binaan atau mitra. Seluruh hasil penjualan kain tenun tersebut akan didonasikan kepada masyarakat terdampak bencana di Flores.
“Seratus persen dari hasil penjualan tenun itu seluruhnya akan didonasikan kepada masyarakat yang terdampak di Flores,” tegas Reyza.
Semangat kepedulian tersebut diperkuat melalui subtema yang diangkat dari bahasa Ende, yakni “Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ai.”
Frasa tersebut dimaknai sebagai semangat bersama, saling peduli, menguatkan untuk bangkit.
Menurut Reyza, pesan tersebut menjadi relevan dengan kondisi masyarakat Flores yang menghadapi dampak bencana.
“Kita perlu bergandengan tangan bersama-sama, baik dari Bank Indonesia, bersama Pemerintah Provinsi, bersama seluruh masyarakat di NTT, bagaimana kita bisa saling bahu-membahu,” ujarnya.
