Menurut Reyza, kata “Flobamora” merepresentasikan keberagaman pulau dan potensi yang ada di Nusa Tenggara Timur. Sementara kata “Kreatif” menegaskan komitmen untuk mendorong inovasi produk lokal.
“NTT itu lebih dari itu. Komoditas unggulannya sangat banyak dan sangat kaya. Ada wastra, kopi, makanan dan minuman. Kami berencana mengangkat topik-topik tersebut,” jelas Reyza.
FCE 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda utama, di antaranya talkshow, masterclass, dan perlombaan yang berkaitan dengan tiga komoditas unggulan, yakni kopi, wastra, serta makanan dan minuman.
Melalui masterclass, para pelaku UMKM akan mendapatkan kesempatan meningkatkan pengetahuan dan kapabilitas usaha. Sementara talkshow diharapkan menjadi ruang berbagi wawasan mengenai perkembangan terkini dan praktik usaha yang dapat diterapkan pelaku UMKM.
“Harapannya para pelaku usaha mendapatkan wawasan terkini, ilmu pengetahuan terkini, sehingga mereka bisa mengimplementasikan praktik-praktik usaha terbaiknya untuk bisa mengembangkan usahanya,” kata Reyza.
