Example floating
Example floating
Berita

Tarian, Musik, dan Pangan Lokal: Cara Gubernur NTT Menyambut Wisatawan Australia

Avatar photo
×

Tarian, Musik, dan Pangan Lokal: Cara Gubernur NTT Menyambut Wisatawan Australia

Sebarkan artikel ini
Reporter: Putri |  Editor: Redaksi
tarian-musik-dan-pangan-lokal-cara-gubernur-ntt-menyambut-wisatawan-australia
Tarian, Musik, dan Pangan Lokal: Cara Gubernur NTT Menyambut Wisatawan Australia

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

NTT, kata Melki, bukan satu wajah tunggal. Ia terdiri dari pulau-pulau besar seperti Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata, Rote, dan Sabu, yang masing-masing memiliki karakter alam dan budaya sendiri. Karena itu, menyambut tamu dengan tarian dan pangan lokal bukan sekadar simbol keramahan, tetapi cara memperkenalkan identitas secara jujur.

Baca Juga :  Di Ujung Negeri yang Terlupakan, Jeritan Warga Nekto Menanti Cahaya Pembangunan

Dalam tradisi masyarakat NTT, tarian dan makanan adalah bahasa sosial. Keduanya digunakan untuk menerima tamu, merayakan kebersamaan, dan membangun relasi. Ketika tradisi ini dihadirkan dalam konteks pariwisata, pesan yang disampaikan menjadi kuat: wisatawan tidak ditempatkan sebagai penonton, melainkan sebagai tamu yang dihormati.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Gubernur NTT: Tarian dan Musik sebagai Bahasa Universal

Tarian dan musik yang ditampilkan dalam penyambutan tersebut tidak berdiri sebagai pertunjukan semata. Wisatawan Australia diajak ikut bergerak, mengikuti irama, dan tertawa bersama warga lokal. Interaksi ini menciptakan suasana egaliter—tanpa sekat antara pejabat, tamu, dan masyarakat.

Example floating