Ia menambahkan bahwa mahasiswa tidak menuntut hal berlebihan, melainkan hanya meminta tanggung jawab pemerintah daerah terhadap penyediaan akses pendidikan yang layak.
“Kami tidak meminta yang muluk-muluk. Kami hanya menuntut tanggung jawab. Jika akses menuju kampus saja tidak mampu dibereskan, lalu apa yang sebenarnya sedang diurus oleh pemerintah daerah?” pungkasnya.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya mengonfirmasi tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Belu terkait kritik dan ultimatum yang disampaikan oleh BEM STISIP Fajar Timur Atambua.
