Example floating
Example floating
Berita

Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Sebut Pemkab Belu dan DPRD Alami “Krisis Kemanusiaan” Soal Jalan Rusak

Avatar photo
×

Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Sebut Pemkab Belu dan DPRD Alami “Krisis Kemanusiaan” Soal Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini
Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
ketua-bem-stisip-fajar-timur-atambua-sebut-pemkab-belu-dan-dprd-alami-krisis-kemanusiaan-soal-jalan-rusak
Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua

Dukung Liputan Redaksi ReformaNews.Com

+ Donasi

“Jalan adalah urat nadi ekonomi, jembatan menuju pendidikan, dan jalur keselamatan bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat sekitar,” katanya.

Melfridus juga mempertanyakan prioritas pembangunan pemerintah daerah, terutama dalam menjamin akses menuju institusi pendidikan yang aman dan layak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
atr-bpn-midle
Advertising

Selain itu, ia menyoroti fungsi pengawasan DPRD yang dinilai belum maksimal dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Baca Juga :  Pesan Keras Bupati SBS Saat Pelantikan Pejabat Eselon IIb: Jabatan Amanah, Bukan Kekuasaan

“Aspirasi sudah berulang kali disampaikan melalui DPRD. Tetapi jika wakil rakyat hanya pandai duduk, diam, dan menunggu instruksi, maka fungsi pengawasan itu hanya menjadi formalitas tanpa makna,” ujarnya.

Baca Juga :  Krisis Etika Ketua DPRD Belu? BEM STISIP Fajar Timur Angkat Suara Soal Atribut Partai di Rujab

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa jika dalam tahun ini tidak ada langkah nyata dari pemerintah daerah maupun kejelasan terkait waktu pelaksanaan perbaikan jalan, maka BEM STISIP Fajar Timur Atambua akan melakukan konsolidasi bersama organisasi Cipayung di Atambua.

Baca Juga :  Pasangan Lansia di Lamaknen Berjuang Sendiri Hadapi Longsor, Minta Perhatian Pemerintah

“Jika tahun ini tidak ada langkah nyata dan tidak ada transparansi waktu pelaksanaan, maka kami akan melakukan konsolidasi bersama organisasi Cipayung di Atambua untuk memperjuangkan hak ini secara kolektif dan konstitusional,” tegasnya.

Example floating