Meski Astrio berusaha meluruskan pernyataannya dengan menegaskan bahwa kompetensi tetap penting, momen saling sanggah tersebut menjadi bagian yang paling banyak dibagikan oleh warganet. Banyak pengguna media sosial menilai perdebatan itu berlangsung tajam dan penuh tekanan argumentatif, sementara yang lain menilai kedua pihak sedang menyampaikan perspektif berbeda mengenai makna kompetensi dalam jabatan publik.
Tak berhenti pada persoalan latar belakang Nanik, Tiyo juga mengkritik arah kepemimpinan baru di BGN. Menurutnya, pergantian pimpinan lembaga tersebut belum menunjukkan adanya perubahan signifikan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah.
Ia menyoroti pidato perdana Nanik sebagai Kepala BGN yang dinilainya belum menghadirkan gagasan transformasional untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini muncul dalam implementasi program tersebut.
“Kepala BGN dicopot, Pak Dadan dicopot, diganti Bu Nanik. Tetapi kita lihat pidato pertama Bu Nanik, tidak ada satu pun poin transformasional yang disampaikan,” kata Tiyo.














