Melalui ajang-ajang seperti ini, lanjut Djoko, para pemuda bisa diarahkan untuk membina diri, mengejar prestasi, dan menyalurkan energi ke hal-hal positif—baik di bidang olahraga, seni, maupun aktivitas kreatif lainnya.
“Kegiatan begini sangat penting untuk membentuk arah dan karakter. Jadi bukan cuma olahraga, tapi juga pembinaan mental dan kedisiplinan. Kita semua harus terus mendorong mereka,” tambahnya.
Lanud Eltari sendiri selama ini aktif menjadi bagian dari upaya pembinaan pemuda melalui olahraga. Selain bola voli, Lanud juga telah menggelar turnamen sepak bola mini dan merencanakan turnamen futsal pada bulan depan.
“Kita sudah pernah bikin sepak bola mini, dan bulan depan akan ada turnamen futsal lagi. Jadi saya dukung penuh, dan Pak Edward sebagai penyelenggara sudah luar biasa. Kita harus saling support,” tutupnya.
Keberhasilan tim Voli Angkasa—yang mewakili Lanud Eltari—dalam memenangkan pertandingan di EIS CUP II juga menjadi bukti bahwa pembinaan yang konsisten mampu melahirkan prestasi. Turnamen ini diharapkan bisa menjadi agenda tahunan yang memperluas jangkauan dan menjangkau lebih banyak talenta muda dari seluruh pelosok NTT.














