Dugaan Mutu Tak Sesuai Spesifikasi
Selain retakan, warga juga menyoroti dugaan ketebalan lapisan aspal yang tidak memenuhi petunjuk teknis. Secara kasat mata, permukaan jalan tampak tipis dan tidak merata. Jika dugaan ini terbukti, maka proyek tersebut berpotensi melanggar spesifikasi kontrak yang menjadi dasar pembayaran pekerjaan.
“Pekerjaan seperti ini jelas patut dipertanyakan. Baru dikerjakan, sudah rusak. Kami minta Dinas PUPR Provinsi NTT turun langsung, cek mutu dan spesifikasinya secara detail,” kata seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (7/1/2026).
Warga menilai, lemahnya kualitas pekerjaan mencerminkan buruknya pengawasan terhadap pihak ketiga atau kontraktor pelaksana. Padahal, proyek masih dalam tahap pekerjaan dan masa kontrak telah terlampaui.
“Jangan sampai uang rakyat dirugikan akibat kerja asal-asalan. Ini uang negara, bukan uang pribadi,” tegas warga tersebut.
Sorotan pada Pengawasan Dinas PUPR
Proyek Teun–Halilulik kini menjadi sorotan bukan hanya karena kerusakan dini, tetapi juga karena minimnya respons dari pihak berwenang. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi proyek, meski telah dikonfirmasi ReformaNews melalui pesan WhatsApp pada Kamis (8/1/2026).
