Antrean Panjang BBM di Belu Disorot, PMKRI Minta DPRD dan Kepolisian Perkuat Pengawasan
BELU, RFC — Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Belu dalam beberapa waktu terakhir mendapat sorotan dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II Periode 2026/2027.
PMKRI menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena antrean panjang tidak hanya menyita waktu masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan kebutuhan sehari-hari warga.
Hal itu disampaikan Tedi Bere selaku GERMAS PMKRI Cabang Atambua melalui pesan WhatsApp kepada media ini pada 26 September 2026.
Menurut Tedi, masyarakat membutuhkan BBM untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, berdagang, mengangkut hasil pertanian, menjalankan usaha hingga memenuhi kebutuhan keluarga.
“Antrean panjang yang terjadi tidak boleh dianggap sebagai keadaan yang biasa. Masyarakat membutuhkan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Pemerintah dan pihak terkait perlu memastikan apa yang sebenarnya terjadi, apakah persoalannya berkaitan dengan pasokan, distribusi, peningkatan kebutuhan, pelayanan, atau faktor lainnya,” ujar Tedi.
