Berita

Kasus Dugaan Pemerasan Mengguncang TTS, Pengacara Muda Belu Minta Polisi Bertindak Tegas

Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Kasus Dugaan Pemerasan Mengguncang TTS, Pengacara Muda Belu Minta Polisi Bertindak Tegas
Kasus Dugaan Pemerasan Mengguncang TTS, Pengacara Muda Belu Minta Polisi Bertindak Tegas

“Klien kami merasa heran karena tidak pernah melakukan kesalahan, namun tetap memenuhi ajakan tersebut. Dalam pertemuan itu, terlapor menanyakan isu dugaan pelecehan seksual terhadap seseorang berinisial P.S di Puskesmas Taneotob. Klien kami terkejut dan langsung membantah tuduhan tersebut,” ungkap Putra.

Namun, situasi pertemuan tersebut berubah ketika terlapor diduga mulai melontarkan ancaman. E.B disebut mengancam akan mempublikasikan berita tersebut ke media sosial jika korban tidak memberikan uang sebesar Rp10 juta.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Karena merasa tertekan, korban meminta waktu untuk menyiapkan uang. Beberapa waktu kemudian, terlapor kembali menghubungi korban melalui WhatsApp dan menurunkan permintaan menjadi Rp5 juta.

“Klien kami mengalami tekanan psikologis karena terus dihubungi dan dimintai uang. Karena tidak dipenuhi, berita yang diduga tidak benar itu akhirnya dipublikasikan tanpa konfirmasi,” jelasnya.

Akibat dari pemberitaan tersebut, korban yang saat itu menjabat sebagai Kepala Puskesmas Taneotob langsung dicopot dari jabatannya oleh Dinas Kesehatan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Tak hanya itu, korban juga mengalami trauma, gangguan psikologis, serta perundungan di media sosial.

Exit mobile version