Kasus Pemukulan di Weain, Korban Soroti Transparansi Penanganan oleh Polsek Rinhat
BELU, RFC – Peristiwa yang tidak terduga menimpa dua warga, Toni dan Rafael, yang mengaku menjadi korban tindakan pemukulan saat dalam perjalanan pulang dari Kefamenanu (Kefa). Kejadian tersebut berlangsung di wilayah Desa Weain dan meninggalkan dampak serius bagi keduanya, baik secara fisik maupun mental.
Dalam pernyataan resmi yang diterima oleh media Reformanews.com pada Senin, 6 April 2026, Toni dan Rafael mengungkapkan bahwa mereka sama sekali tidak menyangka akan mengalami kejadian tersebut. Keduanya menuturkan bahwa perjalanan yang awalnya berjalan normal berubah menjadi momen yang menegangkan dan penuh trauma.
“Peristiwa yang kami alami di Desa Weain di luar dugaan. Kami berdua, yakni Toni dengan Rafael, tidak menyangka saat pulang dari Kefa akan mengalami tindakan pemukulan tersebut yang menimpa kami,” demikian isi pernyataan yang disampaikan kepada media Reformanews.Com.
Menurut pengakuan mereka, insiden itu terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya tanda-tanda awal yang mencurigakan. Hingga saat ini, keduanya masih berusaha memulihkan kondisi fisik sekaligus mengatasi tekanan psikologis yang muncul pascakejadian tersebut. Rasa takut dan trauma disebut masih membayangi mereka, terutama ketika harus melewati lokasi kejadian.














