Salah satu warga setempat, Siprianus Mauk, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi akibat longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini murni merupakan bencana alam, namun dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat.
“Deker ini ambruk karena longsor. Ini memang bencana alam, tapi dampaknya sangat besar bagi kami. Jalan ini adalah satu-satunya akses yang kami gunakan setiap hari,” ungkap Siprianus kepada Reformanews.com.
Menurutnya, sejak deker tersebut ambruk, aktivitas masyarakat menjadi terganggu secara signifikan. Warga yang biasanya menggunakan jalan tersebut untuk menuju pasar kini harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan sulit, bahkan sebagian memilih untuk tidak bepergian sama sekali.
“Sekarang motor saja susah sekali untuk lewat. Apalagi mobil, sudah tidak bisa sama sekali. Ini sangat menyulitkan kami, terutama yang mau ke pasar atau ke kota,” tambahnya.
Lebih lanjut, Siprianus juga menyoroti pentingnya jalan tersebut dalam menunjang kebutuhan administrasi masyarakat. Banyak warga yang harus pergi ke pusat Kota Malaka untuk mengurus dokumen penting seperti kartu keluarga, KTP, dan berbagai keperluan lainnya.
