Dengan kondisi jalan yang rusak, akses menuju pusat pemerintahan menjadi terhambat.
“Kami ini masyarakat desa sangat bergantung pada jalan ini. Kalau rusak seperti ini, kami jadi terisolasi. Untuk urus administrasi saja jadi susah,” ujarnya.
Warga setempat berharap pemerintah daerah Kabupaten Malaka dapat segera mengambil langkah cepat dan tanggap dalam menangani persoalan ini. Mereka meminta agar pemerintah tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi riil yang dialami masyarakat.
“Kami minta pemerintah daerah segera datang lihat kondisi ini. Jangan tunggu lama-lama. Ini kebutuhan mendesak bagi masyarakat,” tegas Siprianus.
Selain peninjauan langsung, warga juga berharap adanya langkah konkret berupa perbaikan segera terhadap deker yang ambruk. Mereka khawatir jika dibiarkan terlalu lama, kerusakan akan semakin parah dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Kondisi ini juga menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di daerah-daerah terpencil. Jalan penghubung antarwilayah seperti ini memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal. Ketika akses terputus, dampaknya tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
