Selain itu, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Belu turut mengerahkan 25 personel, sementara Dinas Perhubungan menurunkan 11 personel guna membantu pengaturan arus lalu lintas. Senkom Kabupaten Belu juga terlibat dengan 12 personel dalam mendukung komunikasi dan koordinasi lapangan.
Tidak hanya aparat pemerintah, berbagai elemen masyarakat juga turut ambil bagian dalam mendukung kelancaran kegiatan ini. Ormas Banser MUI dan Ormas Sobat Kabupaten Belu ikut berkontribusi dalam pengamanan berbasis masyarakat. Bahkan, mahasiswa Pastoral Katolik dari Kabupaten TTU sebanyak 40 orang turut membantu, mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di wilayah tersebut. Dukungan juga datang dari Pramuka, PLN Atambua, serta Dinas Kebersihan Kabupaten Belu.
Kehadiran berbagai unsur ini menjadi bukti nyata bahwa pengamanan kegiatan keagamaan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara luas.
Sekitar pukul 07.20 WITA, pelaksanaan Sholat Idul Fitri berakhir. Jamaah secara tertib meninggalkan lokasi tanpa adanya insiden yang mengganggu jalannya kegiatan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga terpantau lancar berkat pengaturan yang dilakukan oleh petugas di lapangan.














