Menurutnya, jalan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar dusun, tetapi juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Desa Renrua. Jika akses jalan terus dibiarkan rusak, dampaknya akan semakin luas terhadap kesejahteraan warga.
“Ini satu-satunya jalan yang bisa dilintasi masyarakat Desa Renrua. Tidak ada jalur alternatif lain. Kalau jalan ini rusak parah dan tidak bisa dilalui, maka aktivitas masyarakat akan lumpuh,” tegasnya.
Frido menjelaskan, kerusakan jalan juga berdampak langsung pada distribusi hasil bumi masyarakat. Para pembeli, baik dari dalam maupun luar daerah, kesulitan masuk ke desa untuk membeli komoditas seperti kelapa, kemiri, dan hasil pertanian lainnya.
“Pembeli lokal maupun dari luar sering mengeluh karena akses jalan rusak. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, tentu akan menghambat ekonomi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada hasil bumi,” tambahnya.
Sebagai perwakilan pemuda dan masyarakat Desa Renrua, Frido Sesarius Nahak meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Belu, Pemerintah Provinsi NTT, hingga Pemerintah Pusat agar segera mengambil langkah perbaikan.
