Ia menjelaskan, ketiadaan listrik tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga masyarakat, tetapi juga sangat mempengaruhi kegiatan pendidikan di SDI Bekotaruik. Sekolah tersebut kerap mengalami kendala ketika harus melaksanakan kegiatan yang membutuhkan listrik, terutama ujian berbasis komputer.
“Kalau ada kegiatan sekolah seperti ujian menggunakan komputer, para siswa harus menumpang di sekolah lain yang memiliki listrik. Ini tentu sangat menyulitkan dan tidak efektif bagi siswa maupun pihak sekolah,” jelasnya.
Selain persoalan listrik, masyarakat di kedua dusun tersebut juga menghadapi masalah akses jalan yang memprihatinkan. Kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui semakin memperparah keterisolasian wilayah tersebut.
Domi Bau menilai, kondisi ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah serta instansi terkait. Pasalnya, listrik dan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat menentukan perkembangan ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup warga.














