Mungkin karena itulah, langkahnya terasa dekat dengan rakyat kecil. Ia tahu bagaimana rasanya hidup dalam keterbatasan. Ia tahu bahwa bagi keluarga sederhana, pendidikan sering kali menjadi mimpi yang harus diperjuangkan dengan air mata dan pengorbanan.
Pengalaman hidup itu pula yang membuat dirinya memilih terus berdiri di tengah masyarakat. Bukan hanya datang saat momentum politik, tetapi hadir mendengar keluhan, melihat langsung persoalan rakyat, dan berusaha mencari jalan keluar, meski perlahan.
Sejak tahun 2016 hingga sekarang, Paskalis juga aktif dalam organisasi Posko Perjuangan Rakyat (Pospera). Dari ruang organisasi hingga lorong-lorong kampung, ia dikenal sebagai sosok muda yang lebih sering bekerja daripada berbicara panjang tentang dirinya sendiri.
Di mata masyarakat Kletek dan sekitarnya, Paskalis bukan hanya seorang politisi. Ia adalah anak kampung yang tidak lupa jalan pulang. Sosok yang tetap sederhana, mudah ditemui, dan konsisten berdiri bersama masyarakat kecil di tengah berbagai kesulitan hidup.
