Kehadirannya di SMP Negeri Forekmodok bukan sekadar kunjungan biasa. Ini adalah bentuk kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan, terutama bagi anak-anak di wilayah terpencil yang selama ini masih bergulat dengan keterbatasan.
Literasi, bagi Evi, bukan sekadar kemampuan membaca huruf, tetapi kemampuan membaca hidup. Sebab di setiap lembar buku, ada jalan menuju perubahan. Dan di setiap anak yang membaca, ada masa depan yang sedang dibangun perlahan.
“Kami hadir bukan hanya membawa buku, tetapi membawa semangat bahwa anak-anak di pelosok juga punya hak yang sama untuk bermimpi besar,” ungkap Evi Seran.
Dalam kegiatan itu, Forum Taman Baca Masyarakat memberikan sosialisasi kepada para guru tentang pentingnya literasi sebagai fondasi utama pendidikan. Para guru diharapkan menjadi penggerak yang terus menyalakan budaya membaca di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.
Karena guru adalah lentera dalam gelapnya keterbatasan. Dari tangan merekalah cahaya ilmu diteruskan agar anak-anak tetap bisa melihat masa depan dengan terang.
