“Kami akan terus memperjuangkan agar Dana Desa tidak dipotong. Dana Desa bukan hadiah dari pemerintah pusat, tetapi merupakan hak masyarakat desa yang telah diatur dalam undang-undang,” tegas Yunus.
Ia mempertanyakan kebijakan pemangkasan Dana Desa yang menurutnya berdampak langsung terhadap pembangunan di desa.
“Kalau Dana Desa dipotong sebesar itu, bagaimana desa bisa membangun? Bagaimana masyarakat bisa merasakan pembangunan? Padahal anggaran itu sudah menjadi hak desa sesuai ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.
Yunus menegaskan pembangunan desa merupakan fondasi pembangunan nasional. Karena itu, setiap kebijakan yang mengurangi kemampuan desa membangun harus dikaji kembali agar tidak menghambat kesejahteraan masyarakat.
Ia juga memastikan PDI Perjuangan akan mendorong kader-kader terbaik untuk maju dalam kontestasi politik, termasuk Pemilihan Bupati Malaka mendatang.
“Kami siap mendorong kader internal partai maju sebagai calon kepala daerah. Siapa yang diusung tentu melihat siapa yang benar-benar mendapat kepercayaan dan dukungan rakyat,” katanya.
