“Berdasarkan penjelasan operator sekolah, alat-alat praktik ini membutuhkan daya sekitar 10.000 watt. Karena itu, perlu ada gardu listrik tersendiri agar mesin dapat digunakan siswa untuk kegiatan praktik,” ujar Paskalis saat meninjau lokasi.
Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak PLN Malaka agar gardu listrik khusus dapat segera diadakan, sehingga fasilitas praktik yang ada bisa difungsikan secara maksimal untuk mendukung kegiatan belajar para siswa.
Paskalis menilai persoalan ini perlu mendapat perhatian serius karena sekolah kejuruan membutuhkan sarana praktik yang memadai untuk mendukung proses belajar. Menurutnya, fasilitas yang telah tersedia dengan berbagai peralatan akan sia-sia jika tidak ditopang oleh infrastruktur dasar seperti listrik yang stabil.
Ia menegaskan, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang terampil dan siap menghadapi dunia kerja. Karena itu, sarana praktik harus benar-benar difungsikan agar siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menguasai keterampilan teknis secara langsung.
