“Anak-anak SMK membutuhkan praktik langsung. Kalau alat sudah tersedia tetapi tidak bisa digunakan karena daya listrik tidak mencukupi, maka ini harus segera mendapat solusi. Jangan sampai fasilitas yang ada hanya menjadi pajangan sementara siswa kehilangan kesempatan belajar,” tegasnya.
Di tengah semangat membangun kualitas pendidikan di Kabupaten Malaka, ruang praktik yang masih sunyi menjadi gambaran bahwa pembangunan belum selesai hanya dengan menghadirkan gedung dan mesin. Ketika peralatan itu belum menyala, yang sesungguhnya tertunda bukan sekadar proses belajar, tetapi juga harapan para siswa untuk menjemput masa depan melalui keterampilan.
