Saat ini, lebih dari 15.000 siswa telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat yang didukung oleh pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah menargetkan pengembangan hingga 500 titik Sekolah Rakyat pada tahun 2029, guna meningkatkan daya tampung pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat perekonomian terendah berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Peluncuran Sekolah Rakyat menegaskan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama keadilan sosial. Dengan memastikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak miskin dan rentan, negara berupaya menyiapkan generasi masa depan yang mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, dan berdaya saing.
