“Kita melihat anak-anak yang berasal dari golongan tidak mampu mendapatkan harapan untuk dapat bersekolah tanpa mengeluarkan biaya, dan sekolahnya ini disiapkan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Menurut Wamen Ossy, Sekolah Rakyat tidak sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi juga membuka jalan bagi mobilitas sosial dan pemutusan rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini dirancang sebagai bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pendidikan dan pemberdayaan keluarga.
Dalam peluncuran tersebut, pemerintah menampilkan sejumlah success story dari para siswa Sekolah Rakyat. Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa ketika anak-anak dari keluarga prasejahtera diberikan kesempatan yang setara, mereka mampu menunjukkan prestasi dan potensi yang luar biasa.
“Tadi juga kita lihat success story-nya. Pak Presiden sampai sempat menitikan air mata melihat anak-anak ini, ternyata setelah mereka diberikan peluang dan kesempatan, betul-betul mampu memperlihatkan yang terbaik bagi sekolahnya, prestasinya, capaiannya,” ungkap Ossy.
