Berdasarkan jadwal pelaksanaan kegiatan, pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender, terhitung sejak 4 Agustus hingga 21 Desember 2025. Dengan demikian, secara waktu, kegiatan tersebut telah melewati batas pelaksanaan yang tercantum dalam program.
Namun, hasil pantauan awak media di lingkungan SMP Negeri Numponi pada Jumat (2/10/2026) menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah bagian pekerjaan yang belum selesai. Kondisi tersebut terlihat pada beberapa fasilitas yang hingga kini belum sepenuhnya dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah tembok penahan serta fasilitas WC yang belum tuntas. Selain itu, pintu salah satu ruang kelas terlihat tidak dapat ditutup dengan baik, menunjukkan masih adanya pekerjaan yang membutuhkan penyelesaian di lingkungan sekolah.
Persoalan tidak berhenti pada bangunan. Di sekitar lingkungan sekolah juga masih terlihat tumpukan tanah hasil kerukan yang belum ditangani. Menurut keterangan masyarakat setempat, kondisi tersebut menjadi persoalan terutama ketika hujan turun karena area sekitar sekolah dapat berubah menjadi berlumpur dan mengganggu akses anak-anak sekolah.
