“Kami sangat mengharapkan ruang belajar baru. Karena sekarang kami masih gunakan ruang SD dan pengontrolan terhadap anak-anak juga cukup sulit,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah beberapa kali menyampaikan laporan kepada dinas terkait agar bangunan lama segera dibongkar karena membahayakan. Namun hingga kini belum ada tindakan pembongkaran dilakukan.
“Kami sebenarnya mau bongkar sendiri, tapi karena ini aset negara kami takut ambil tindakan. Jadi kami hanya bisa perketat pengawasan supaya anak-anak jangan bermain di sekitar bangunan. Kami takut sewaktu-waktu roboh dan memakan korban,” tegasnya.
Menurutnya, usulan pembangunan gedung baru sebelumnya terkendala persoalan sertifikat tanah. Namun saat ini sertifikat tanah sekolah telah diperoleh sehingga diharapkan tidak ada lagi hambatan untuk pembangunan ke depan.
“Sekarang sertifikat tanah sudah ada. Jadi kami berharap pemerintah bisa segera bangunkan gedung baru supaya anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman,” harapnya.
