Menurut Erni, saat ini SMPN Halioan hanya memiliki dua ruangan sendiri yang masih digunakan. Selebihnya, pihak sekolah masih meminjam ruangan milik SDN Halioan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Di luar dua ruang yang kami pakai sendiri, sisanya kami masih pinjam gedung SD,” katanya.
Ia menjelaskan, keterbatasan fasilitas tidak hanya dirasakan siswa tetapi juga para guru. Ruang RDG yang dimiliki sekolah saat ini bahkan dipakai sekaligus untuk menyimpan buku-buku perpustakaan karena belum tersedia ruang khusus.
Selain itu, pihak sekolah bersama guru-guru juga menambah teras samping untuk dijadikan tempat istirahat guru saat jam kosong maupun waktu istirahat. Sebab sebelumnya para guru hanya duduk di emperan depan dua ruang kelas yang digunakan saat ini.
“Ruang RDG juga dipakai simpan buku perpustakaan. Kami tambah teras samping supaya guru-guru ada tempat istirahat. Kalau dulu guru-guru hanya duduk di emperan depan dua ruang kelas,” jelasnya.
Erni mengaku pihak sekolah sangat berharap pemerintah segera membangun ruang belajar baru yang layak. Sebab kondisi saat ini dinilai menyulitkan, terutama dalam pengawasan siswa karena harus berbagi lokasi dengan sekolah dasar.
