Project Director YKPA, Martina T. Berek, mengatakan perjalanan panjang tersebut telah melahirkan banyak perubahan, khususnya dalam pengembangan PAUD di wilayah pedesaan.
“Hari ini program boleh selesai, tetapi harapan tidak boleh berhenti. Kami berharap para fasilitator tetap melanjutkan kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan di desa,” ujarnya.
Menurut Martina, selama ini YKPA menginisiasi tujuh PAUD yang hingga sekarang masih aktif beroperasi dan telah memperoleh dukungan biaya operasional dari pemerintah. Hal itu, katanya, menjadi bukti bahwa pendampingan masyarakat mampu membangun fondasi pendidikan yang berkelanjutan.
Di ruang-ruang PAUD sederhana itulah anak-anak mulai belajar mengenal huruf, warna, disiplin, dan keberanian. Tawa mereka mungkin terdengar biasa, namun dari tempat kecil itu tumbuh masa depan yang perlahan dipersiapkan untuk Malaka.
Martina menjelaskan, saat ini pihaknya juga terus menjalin kerjasama dalam program pengasuhan responsif di lembaga PAUD. Program tersebut berfokus pada edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pemenuhan gizi anak usia dini agar pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan optimal.
