Bagi Egidius Seran, capaian ini memiliki makna yang lebih dalam. Ia menegaskan bahwa pengangkatan ini bukan semata tentang status paruh waktu atau besaran gaji, melainkan tentang pengabdian dan kesabaran dalam menggapai sebuah mimpi.
“Ini bukan soal paruh waktu atau gaji, tetapi soal bagaimana kita tetap setia mengabdi dan sabar dalam proses untuk mencapai apa yang kita cita-citakan,” ungkapnya.
Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising
Pernyataan tersebut menjadi refleksi perjalanan hidupnya, dari latar belakang keluarga petani hingga kini menapaki jalan pengabdian di lingkungan pemerintahan, dengan semangat yang tetap rendah hati dan penuh tekad.
