Opini

Opini: Mafia Tanah dan Premanisme Mengancam Keamanan Negara dan Sektor Pariwisata Labuan Bajo

 Editor: Gus Din
opini-mafia-tanah-dan-premanisme-mengancam-keamanan-negara-dan-sektor-pariwisata-labuan-bajo
Opini: Mafia Tanah dan Premanisme Mengancam Keamanan Negara dan Sektor Pariwisata Labuan Bajo

OPINI, RFC – Labuan Bajo sedang berada pada fase transformasi yang menentukan. Statusnya sebagai destinasi wisata super prioritas nasional telah mengubah landscape ekonomi dan sosial secara cepat dan radikal.

Investasi mengalir deras, proyek properti tumbuh di hampir setiap sudut strategis, dan harga tanah melonjak berkali-kali lipat dalam waktu singkat. Tanah yang sebelumnya dianggap tak bernilai kini berubah menjadi komoditas bernilai tinggi, diperebutkan oleh investor lokal maupun luar daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Namun, sejarah menunjukkan bahwa setiap lonjakan nilai ekonomi yang tidak dibarengi tata kelola agraria yang kuat hampir selalu melahirkan konflik.

Labuan Bajo tidak terkecuali. Di balik euforia pembangunan, sengketa tanah merebak secara masif dan berpola. Klaim kepemilikan muncul secara tiba-tiba, sering kali di lokasi yang sama-sama strategis: pesisir, bukit dengan panorama laut, dan lahan dekat pusat kota.

Pola ini mengindikasikan bahwa konflik tersebut bukan sekadar perselisihan individual, melainkan bagian dari praktik terorganisir yang dikenal luas sebagai mafia tanah.

Exit mobile version