Filosofi Lilin: Tanda Tanya Bagi Masa Depan Politik NTT
Filosofi lilin yang dihidupi oleh masyarakat Timor menjadi cermin bagi para pemimpin yang berlaga di panggung politik NTT. Mereka yang maju ke pemilihan harus menjawab, apakah mereka siap menjadi lilin yang sama untuk rakyatnya? Apakah mereka bersedia “meleleh” demi menerangi kehidupan masyarakat NTT, atau hanya menyalakan lilin rakyat untuk ambisi pribadi?
Dalam konteks ini, masyarakat Timor menginginkan kepastian. Mereka tidak lagi ingin melihat pemimpin yang hanya sekadar ambisius, tetapi juga pemimpin yang benar-benar memahami dan menghargai pengorbanan. Mereka berharap agar pemimpin yang kelak terpilih adalah sosok yang setia, yang tidak hanya mendatangi rakyat ketika membutuhkan suara, tetapi juga tetap hadir bersama rakyat ketika tantangan datang.
“Lilin ini harusnya menyala terus, bukan hanya saat kampanye. Kalau sudah terpilih, jangan kami ditinggalkan,” kata Yulius Tana, seorang warga Timor lainnya.
Tantangan bagi Masyarakat: Belajar Memilih dengan Bijak
