Kecewa atau Terus Mendukung?
Tidak bisa dipungkiri, banyak masyarakat Timor merasa kecewa. Bagi mereka, mendukung Melki dan Ansy adalah bentuk kepercayaan penuh agar keduanya bisa membawa aspirasi NTT di tingkat pusat. Dengan keputusan mereka untuk kembali ke ranah eksekutif, masyarakat merasa ditinggalkan di tengah jalan. Mereka merasa seperti lilin yang hanya dinyalakan ketika dibutuhkan, lalu ditinggalkan setelah cahayanya tak diperlukan lagi.
“Kalau memang niatnya mau maju di Pilgub, kenapa tidak dari awal saja? Kenapa harus ambil mandat rakyat untuk jadi anggota DPR kalau akhirnya mundur juga?”, ungkap Maria Kafi, seorang ibu rumah tangga di Kupang.
Namun, ada juga yang tetap melihat peluang di balik langkah ini. Mereka berpendapat bahwa dengan turun langsung di eksekutif, Melki dan Ansy bisa lebih fokus mengurus daerah. Akan tetapi bagaimana masyarakat mendukung mereka sementara ada putra asli Timor yang jadi calon Gubernur NTT. Masyarakat ini berharap bahwa keduanya benar-benar akan membuktikan diri sebagai pemimpin yang setia dan bukan sekadar ambisius.!?
