1. Penguatan swasembada pangan. Pemerintah melaporkan pencapaian swasembada delapan komoditas pangan, termasuk beras, jagung, gula konsumsi, cabai, bawang merah, ayam ras, dan telur ayam ras. Pemerintah juga memproyeksikan surplus komoditas tersebut pada 2026.
2. Peningkatan produksi dan perlindungan petani. Pemerintah menempatkan produksi pangan, ketersediaan pupuk, cadangan beras, serta peningkatan nilai tukar petani sebagai bagian dari strategi kedaulatan pangan. Presiden Prabowo menyatakan cadangan beras dan nilai tukar petani mencapai tingkat tinggi dalam sejarah NKRI.
3. Pengembangan kedaulatan energi. Implementasi biodiesel B50 diarahkan untuk mengurangi impor bahan bakar, meningkatkan nilai tambah sawit, menghemat devisa, dan memperluas penyerapan tenaga kerja. Laporan pemerintah menyebut B50 mulai diterapkan pada 1 Juli 2026.
4. Pertumbuhan ekonomi yang tetap resilien. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025 dan tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I 2026.
