Hingga lima bulan kemudian, Sofya memilih pergi ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Ia berharap perjalanan itu bisa menjadi ruang untuk memulihkan dirinya, menjauh sejenak dari bayang-bayang masa lalu.
Namun, takdir rupanya punya cara sendiri untuk mempermainkan perasaan manusia.
Di tengah keindahan laut biru, langit senja, dan panorama yang menenangkan, Sofya justru kembali dipertemukan dengan lelaki yang pernah meninggalkan luka paling dalam dalam hidupnya.
Pertemuan itu bukan hanya membuka kembali lembaran lama, tetapi juga mengguncang hati Sofya yang selama ini berusaha bangkit.
Kali ini, lelaki itu datang dengan wajah berbeda. Bukan lagi dengan pesona yang dulu membuat Sofya jatuh, tetapi dengan penyesalan, permintaan maaf, dan keinginan untuk bertanggung jawab.
Di titik itulah cerita menjadi semakin menarik. Sofya dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah: mempertahankan luka dan harga diri, atau memberi ruang bagi kesempatan kedua.
Novel ini tidak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga tentang keberanian untuk memaafkan, tentang luka yang membentuk seseorang menjadi lebih kuat, dan tentang bagaimana takdir terkadang memberi kesempatan untuk memperbaiki apa yang pernah rusak.
