Dalam Hening Nyepi, Menuju NTT Terang 2030: Ikhtiar Bahlil dan Melki
Oleh: Teguh Lamentur Takalapeta
Founder Kenari.id (Kawan Energi Lestari)
BELU, RFC – Pembangunan sering kali tampil dalam angka—pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, rasio elektrifikasi, atau panjang jalan. Semua itu penting sebagai ukuran keberhasilan.
Namun, pembangunan sejati tidak berhenti pada statistik. Ia baru menemukan maknanya ketika benar-benar mengubah kehidupan masyarakat, terutama mereka yang selama ini berada di pinggiran.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), salah satu ukuran paling nyata dari pembangunan itu adalah listrik. Bukan sekadar simbol kemajuan, listrik adalah fondasi kehidupan sehari-hari. Ia memungkinkan anak-anak belajar di malam hari, usaha kecil bertahan, layanan kesehatan berjalan, hingga menghadirkan rasa aman dalam rumah tangga.
Karena itu, elektrifikasi bukan hanya soal jaringan dan pembangkit, tetapi tentang kehadiran negara. Ia adalah cermin keadilan sosial—apakah pembangunan sungguh menjangkau mereka yang paling jauh, paling sulit, dan paling lama menunggu.
