Kemajuan elektrifikasi di NTT dalam beberapa tahun terakhir patut diapresiasi. Rasio elektrifikasi terus meningkat, menunjukkan kerja nyata pemerintah pusat, daerah, PLN, dan berbagai pihak. Ini bukan sekadar capaian administratif, melainkan langkah menuju kehidupan yang lebih setara.
Kebijakan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang menempatkan listrik desa sebagai bagian dari keadilan sosial menjadi sinyal penting bahwa negara tidak melupakan wilayah tertinggal. Di tengah pembangunan yang sering terpusat, keberpihakan kepada daerah terpencil adalah langkah strategis sekaligus moral.
Di tingkat daerah, komitmen Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam mendorong elektrifikasi dan energi baru terbarukan menunjukkan visi jangka panjang yang patut diapresiasi. Energi bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan fondasi bagi masa depan daerah.
Namun demikian, pekerjaan besar masih menanti. Bahkan, dapat dikatakan bahwa tantangan terberat justru ada di depan. Ketika rasio elektrifikasi mendekati 100 persen, yang tersisa adalah wilayah-wilayah paling sulit dijangkau—pulau kecil, daerah terpencil, hingga kantong kemiskinan energi.
