Anak Kenyang Bukan Berarti Sehat: Menguji Arah Program MBG
Oleh: Melkias Manggoa
RFC, Data nasional menunjukkan problem itu nyata. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam berbagai laporan 2023 mencatat stunting, anemia, dan kekurangan energi kronis masih menjadi pekerjaan rumah, termasuk pada kelompok usia sekolah. Artinya, akses makanan belum otomatis menjamin gizi seimbang.
Di sinilah MBG diuji arah dan orientasinya. Jika program ini hanya berhenti pada pembagian porsi makanan tanpa standar komposisi nutrisi yang ketat, maka risiko kegagalan substantif terbuka lebar. Secara administratif, jutaan porsi mungkin tersalurkan. Namun secara kesehatan publik, dampaknya bisa minimal.
Dari Perut ke Otak
Persoalan gizi bukan sekadar soal fisik, melainkan juga kapasitas kognitif. UNICEF (2020) menegaskan bahwa kekurangan zat besi berpengaruh pada konsentrasi dan daya tahan belajar, sementara defisit protein dapat menghambat perkembangan otak anak. Gizi buruk hari ini berkelindan dengan rendahnya produktivitas dua dekade mendatang.
