Jika di piring mereka yang ditemukan adalah salak busuk, maka yang busuk seharusnya bukan hanya buahnya yang diperiksa, tetapi juga sistem yang mengantarkannya sampai ke tangan anak-anak.
Program sebesar ini bukan sekadar soal anggaran atau distribusi makanan, tetapi tentang masa depan anak-anak yang masih belajar mengeja mimpi.
Di balik tiap piring yang seharusnya menyehatkan, tersimpan harapan bahwa perhatian, pengawasan, dan tanggung jawab hadir dengan nyata. Bila sistem gagal menyalurkan makanan layak, maka kekecewaan bukan hanya milik anak-anak, tapi juga cermin dari kelalaian yang harus segera diperbaiki.
Semoga insiden salak busuk ini menjadi pengingat bahwa program besar pun memerlukan pengelolaan yang bersih, rapi, dan sungguh-sungguh demi generasi yang lebih sehat.
