Ia menegaskan, kader Posyandu merupakan ujung tombak kemajuan kesehatan di desa. Kader memiliki peran strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat, melakukan pemantauan kesehatan, serta menjadi penghubung antara masyarakat dan tenaga kesehatan.
“Kader harus selalu siap. Kesiapan kader sangat menentukan kualitas pelayanan Posyandu sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.
Modesta menjelaskan, kelompok yang menjadi perhatian utama dalam pelayanan Posyandu adalah ibu hamil, bayi, dan balita. Ibu hamil wajib rutin datang ke Posyandu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan agar kondisi ibu dan perkembangan janin dapat dipantau sejak dini.
“Ibu hamil adalah prioritas. Pemeriksaan rutin sangat penting untuk mencegah risiko selama kehamilan. Bayi dan balita juga harus mendapatkan perhatian sejak awal, termasuk pemberian vitamin agar tumbuh dan berkembang dengan baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, tujuan Posyandu adalah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan kesehatan dasar yang dekat dan mudah dijangkau. Posyandu berperan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, memantau pertumbuhan serta perkembangan bayi dan balita, memperbaiki status gizi masyarakat, meningkatkan cakupan imunisasi, serta menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting.
