“Kami ingin melihat bagaimana tumbuh kembang anak dan bagaimana mereka dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di desa. Anak-anak bukan hanya penerima manfaat, tetapi mereka adalah bagian penting dari pembangunan yang harus diberi ruang untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Roci.
Ia menjelaskan bahwa Desa Numponi telah ditetapkan sebagai salah satu desa lokus pendampingan Wahana Visi Indonesia dan akan mendapat pendampingan selama 10 tahun ke depan. Penetapan tersebut didasarkan pada hasil pemetaan kondisi anak, di mana masih terdapat cukup banyak anak rentan yang menghadapi tantangan di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak.
“Numponi menjadi salah satu desa prioritas WVI. Kami melihat masih ada berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, selama 10 tahun ke depan kami akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan agar anak-anak di desa ini dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terlindungi,” jelasnya.
Menurut Roci, kegiatan yang berlangsung hari ini merupakan pintu masuk dari rangkaian program yang lebih luas. Ke depan, WVI akan memperbanyak kegiatan dan melakukan pendampingan secara langsung melalui posyandu, sekolah, serta lingkungan keluarga, sehingga upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak dapat berjalan secara menyeluruh.
