SD GMIT SoE 2 mencatat jumlah terbanyak, yaitu 202 orang,disusul SDI Oenasi (70 orang), SDI SoE (29 orang), SD Advent (13 orang), TK Oenasi (20 orang),SMP Advent (12 orang), SMA Karya (9 orang), SDI Maleset (6 orang), serta beberapa posyandu seperti Kota Baru, Bhayangkari, Maleset, dan Nonohonis, yang totalnya mencapai lebih dari 40 balita dan ibu hamil.
Sejumlah korban sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Kota Soe dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soe. Sebagian besar kini sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi medis selama 1–2 hari.
Menanggapi situasi tersebut, Pemda TTS mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara seluruh distribusi Program MBG dari Dapur Kota Soe 1 hingga hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kupang keluar.
“Kami tidak ingin mengambil risiko lebih jauh. Semua pendistribusian makanan dari dapur tersebut kami hentikan sementara sampai ada hasil uji laboratorium dan langkah pembenahan dilakukan,” tegas Bupati Eduard Lioe.
