1. Pemasangan mesin pompa segera setelah cuaca memungkinkan.
2. Pengujian debit dan tekanan air untuk memastikan kelayakan distribusi.
3. Perawatan berkala agar insiden serupa tidak terulang.
4. Transparansi informasi kepada warga terkait progres dan kendala teknis.
“Harapan kami, setelah pemasangan ini, layanan air bersih bisa berjalan stabil dan memberi manfaat bagi seluruh warga,” tutup Kades.
Polemik sumur bor Kleseleon bukanlah persoalan mangkrak atau kegagalan proyek, melainkan murni masalah teknis berupa kerusakan mesin akibat kebakaran. Dengan selesainya perbaikan dan kesiapan pemasangan, publik dapat menantikan kembalinya suplai air bersih untuk masyarakat.
Desa Kleseleon kini hanya menunggu waktu dan cuaca yang tepat sebelum fasilitas tersebut kembali berfungsi seperti sediakala.
