Malaka, RFC – Harapan masyarakat Desa Kleseleon, Kecamatan Malaka Barat, untuk mendapatkan akses air bersih melalui proyek pembangunan sumur bor yang dibiayai Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 tampaknya berubah menjadi kekecewaan. Proyek yang seharusnya menjadi solusi atas kebutuhan vital warga justru diduga mangkrak tanpa kepastian penyelesaian.
Hingga memasuki akhir November 2025—lebih dari setahun sejak anggaran dicairkan—sumur bor tersebut belum dapat digunakan. Ironisnya, sejumlah komponen utama yang seharusnya menjamin fungsi sumur bor justru tidak berada di lokasi, menimbulkan tanda tanya besar mengenai standar pelaksanaan proyek serta pengawasan yang seharusnya dilakukan pemerintah desa.
Saat tim wartawan Reformanews.com melakukan investigasi lapangan bersama salah satu aparat Desa Kleseleon pada Selasa (25/11/2025), kondisi proyek terlihat memprihatinkan. Di lokasi sumur bor yang berada di salah satu dusun area persawahan, tidak ditemukan adanya mesin pompa air. Bahkan, pipa-pipa yang seharusnya menjadi sarana distribusi terlihat berhamburan di atas tanah, tidak tersambung, dan diduga tidak pernah difungsikan.
