Korban menuturkan, oknum tersebut memaksanya untuk duduk berdekatan di dalam mobil. Sepanjang perjalanan, terduga pelaku disebut mengeluarkan ucapan yang tidak pantas dan bernada mengintimidasi, sehingga membuat korban merasa takut dan tertekan.
Puncak kejadian terjadi saat kendaraan melintasi jalur Sanleo. Korban mengaku mengalami tindakan pelecehan fisik ketika bagian tubuhnya diraba secara tiba-tiba oleh oknum tersebut. Spontan, korban melakukan perlawanan dan menegur keras terduga pelaku.
“Korban langsung bereaksi untuk melindungi diri karena merasa dilecehkan,” ungkap sumber yang mengetahui kejadian tersebut.
Setelah insiden itu, korban terus menangis sepanjang perjalanan hingga rombongan tiba kembali di kantor sekitar pukul 22.00 WITA. Dalam kondisi trauma dan ketakutan, korban memilih langsung pulang ke rumah.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Malaka, Yuventus A. Bere, saat dikonfirmasi pada Rabu (29/4/2026), membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan tindakan asusila tersebut.
